Riview Kasus Scam Pemerasan

Kasus Scam kali ini berhubungan dengan Seksual dan pemerasan kepada korban.

Scam

Scam adalah istilah untuk menggambarkan skema penipuan untuk mendapatkan uang, barang, atau data dari korban sasarannya. Scam dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk melalui internet, telepon, surat, atau bahkan tatap muka.

Berikut adalah beberapa contoh scam yang umum terjadi:

  1. Penipuan investasi: Penipu menawarkan investasi dengan keuntungan yang tinggi dan tidak realistis.
  2. Penipuan kencan online: Penipu berpura-pura menjadi orang lain untuk membangun hubungan dengan korban dan kemudian meminta uang atau data pribadi.
  3. Penipuan penjualan: Penipu menawarkan produk atau layanan dengan harga yang terlalu murah atau terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
  4. Penipuan phishing: Penipu mengirimkan email atau pesan yang tampak seperti berasal dari sumber yang tepercaya, seperti bank atau perusahaan e-commerce. Email atau pesan tersebut berisi tautan atau lampiran yang terinfeksi malware atau mengarahkan korban ke situs web palsu.

Kasus Scam

Di Artikel ini gua bakal bahas kasus Scam kejadian ini asli real 100% dari korban meminta tolong kepada saya, nama korban akan saya samarkan untuk menjaga privasinya, sebut saja nama samaranya ialah Eko, Eko Terkena kasus Scam Seksual Pemerasan di salah satu platform sosial media Telegram ia menghubungi saya di salah satu akun sosmed saya, saya sering membuka setiap orang yang chat saya di semua akun saya jika ada hal yang penting dan meminta tolong selagi saya bisa insya allah saya bantu.

Detail Identitas Korban

Nama Umur Jenis Kelamin Status
Eko 17 Tahun Laki-laki Pelajar

Scam Seks Bebas

Kasus Scam ini mengarah kepada "Seksual" bisa dibilang Open "Video Call Seks" atau VCS. korban bercerita kepada saya awal mula terkena kasus ini melalui aplikasi telegram bot, bot yang di maksud ialah bot anonim sempat viral 2 tahun yang lalu bisa di akses disini.

Bot ini bisa di akses oleh seluruh dunia termasuk indonesia, tidak hanya orang dewasa anak dibawah umurpun ada dan bot ini menyesuaikan gender atau jenis kelamin bukan nya mencari teman atau pasangan malah dapat musuh dan jadi sasaran empuk buat pelaku scam.

Korban bercerita kepada saya dari bot anonim ini munculah pengguna dengan nama samaran yang jenis kelamin nya "prempuan" dan di ajaklah VCS, Syaratnya cuma "Follow dan Follow Back Akun Instagram" harus menggunakan akun pribadi, lalu berpindah platform yang awal di telegram kini berada di WhatsApp.

Lanjutlah mereka chat di WhatsApp lalu VCS dengan durasi kurang lebih "20 detik". semua mau korban ataupun pelaku tidak memakai baju/busana.

Dan si pelaku perempuan ini "merekam aktivitas VCS" tersebut tanpa korban sadari, di akhir tersebut korban di pasukan grup yang berjumlah kurang lebih 6 orang, korban di peras dan di paksa membayar sejumlah uang 105ribu untuk bayar grup, dan korban lagi-lagi di chat pribadi oleh komplotan pelaku tersebut meminta sejumlah uang dengan nominal besar 700ribu.

Korban alias Eko, meminta tolong kepada saya agar membantu menyelesaikan masalah yang dihadapinya, dan lagi-lagi Eko di Chat dengan komplotan pelaku yang berbeda pelaku sebelumnya menerangkan bahwa sudah menghapus video tersebut, dan pelaku kedua ini mengancam akan di sebar videonya ke "followers sosmed instagram nya" dan sudah di secreenshot nama akun followers si korban ujarnya ke saya.

pelaku meminta uang dengan jumlah lebih besar dari yang sebelumnya nominal yang diminta sebesar 1.700.000 Ribu korban mengaku tidak punya uang segitu banyak nya ke saya lantaran masih sekolah, tetapi di desak pelaku harus membayar sebelum tanggal yang di tetapkan jika tidak video akan disebar ke sosmed, dan korban mengaku ingin bunuh diri lantaran depresi ditekan oleh pelaku ujarnya yang sedang bercerita kepada saya.

Saya mencoba membantu apa yang saya bisa, Saya melaporkan kasus ini ke kominfo agar nomor pelaku di blokir dan e-wallet di bekukan dan sudah masuk tahap "PROCESS" tetapi eko ragu dan takut lantaran akan disebar videonya jika kabur dari masalah ini, saya sudah tegaskan jangan takut itu cuma gertakan aja saya bilang saya bakal backup dirinya jika pelaku mengancam lebih dari itu.

Dan kasus ini pun berakhir disini dan tidak menemukan jalan keluar buat korban "eko" Alias A**I. lantaran dia ragu bimbang serta takut dan masih berpikir mau melanjutkan atau tidak.

Bukti Secreenshot Korban dengan Pelaku

image_title
image_title
image_title
image_title
image_title
image_title

Detail Pelaku

Nomor pelaku dan E-Wallet.

Pelaku Utama : 082184469730
Nomor Dana pelaku uatama : 082178035987
Pelaku kedua : 082280970914

Seharusnya korban tidak perlu membayar di awal, saya membantu menghilangkan jejak digitalnya menghapus beberapa akun sosial medianya dan berbagai cara lainnya, tetapi mungkin panik takut juga jadi mau tidak mau membayar.

Cara Terhindar dari Scam

jika ada orang yang tidak dikenal jangan langsung di respon, apalagi jika ada yang menawarkan kerja part time atau freelance itu semua penipuan!, harap lebih berhati-hati lagi dalam menggunakan sosial media.

Note: Selalu waspada dan ingkatkan ke semua orang terdekat akan bahayanya ancaman siber.

Founder anakwhitehat.com
Youtube Channel Image
ezaafebri Subscribe Now To Watch More Cyber Security Tutorials and Many More..
Subscribe